A. Konsep
Belajar, Mengajar dan Pembelajaran
Bila terjadi proses belajar, maka bersama itu pula
terjadi proses mengajar. Hal itu kiranya mudah dipahami, karena bila ada yang
belajar. Hal ini kiranya mudah dipahami, karena bila ada yang belajar sudah barang
tentu ada yang mengajarnya , dan begitu pula sebaliknya kalau ada yang
mengajarnya, dan begitu pula sebaliknya kalau ada yang mengajar tentu ada yang
belajar . kalau sudah terjadi suatu proses/saling berintraksi, antara yang
mengajar dengan yang belajar, sebenarnya berada pada suatu kondisi yang unik,
sebab secara sengaja atau tidak sengaja , masing-masing pihak berada dalam
suasana belajar .
Jadi guru walaupun dikatakan sebagai
pengajar, sebenarnya secara tidak langsung juga melakukan belajar.Perlu
ditegaskan bahwa setiap saat dalam kehidupan terjadi suatu proses belajar –
mengajar, baik sengaja maupun tidak sengaja, disadari atau tidak disadari. Dari
proses belajar – mengajar ini akan diproleh suatu hasil, yang pada umumnya
disebut hasil pengajaran, atau dengan istilah tujuan pembelajaran atau hasil
belajar. Tetapi agar memproleh hasil yang optimal, proses belajar – mengajar
harus dilakukan dengan sadar dan sengaja serta terorganisasi secara baik.
1. Pengertian
Belajar
Usaha pemahaman mengenai makna belajar ini akan diawali dengan mengemukakan
beberapa difenisi tentang belajar. Ada beberapa difinisi tentang belajar. Dan
beberapa difinisi tentang belajar.
Dan
beberapa difinisi tentang belajar, antara lain dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Cronbach memberikan defenisi : learning
is show by a change in
behavior as a result of experience(:belajar adalah pertunjukan
oleh perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman
b. Harold
Spears memberikan batasan: learning is shown by observe, to
read, to imitate, to try something themseleves, to listen , to follow
direction. (pembelajaran ditunjukkan dengan mengamati,
membaca, meniru, mencoba sesuatu diri mereka, mendengarkan, mengikuti arah.)
c. Geoch,
mengatakan : learning is a change in performance as a result of
practice. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam
performance, dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan ( practice ).
Untuk
melengkapi pengertian mengenai makna belajar, perlu kiranya dikemukakan
prinsip – prinsip yang berkaitan dengan belajar.dalam hal ini ada beberapa
prinsip yang penting untuk diketahui, antara lain :
a. Belajar
pada hakikatnya menyangkut potensi manusiawi dan kelakuannya.
b. Belajar
memerlukan proses dan penahapan serta kematanagn dari para siswa.
c. Belajar
akan lebih mantap dan efektif, bila didorong dengan motivasi dari dalam/ dasar
kebutuhan /kesadaran atau intrinsic motivation, lain halnya
belejar dengan rasa takut atau dibarengi dengan rasa tertekan dan menderita.
d. Dalam
banyak hal, belajar merupakan proses percobaan (dengan kemungkinan berbuat
keliru)dan conditioning atau pembiasaan.
e. Kemampuan
belajar seorang siswa harus di perhitungkan dalam rangka menentukan isi
pelajaran.
f. Belajar
dapat melakukan tiga cara
1) Diajarkan secara langsung.
2) Kontrol, kontak, penghayatan, pengalaman
langsung ( seperti anak belajar bicara, sopan santun, dan lain – lain ).
3) Pengenalan dan /atau peniruan.
Dapat
Disimpulkan:
Belajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar
Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.
Belajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar
Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.
2. Pengertian
Mengajar
Mengajar
pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem
lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar.
Kalau belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar sebagai kegiatan guru.
Disamping itu ada beberapa difinisi lain, yang dirumuskan secara rinci dan
tampak bertingkat.
Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada siswa. Menurut
pengertian ini berarti tujuan belajar dari siswa itu hanya sekedar ingin
mendapatkan atau menguasai pengetahuan.Dalam pengertian yang
luas, mengajar diartiakn sebagai suatau aktivitas mengorganisasikan
atau mengatur lingkunagn sebaik – baiknya dan menghubungkan dengan anak,
sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan, mengajar sebagai upaya
menciptakan kondisi ynag kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi
para siswa. Kondisi itu diciptakan sedemikian rupa sehingga membantu
perkembangan anak secara optimal baik jasmani maupun rohani, baik fisik maupun
mental.
Dapat
Disimpulkan:
Mengajar adalah
suatu aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari
pendidikan dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu
kegiatan sehingga terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercapai.
Seorang guru harus memiliki kemampuan mengajar. Kemampuan mengajar selain merupakan bakat juga bisa merupakan keahlian yang dapat dipelajari sehingga pada dasarnya semua orang bisa menjadi guru. Salah satu ilmu yang dipelajari dalam menambah kemampuan mengajar adalah kemampuan menghadapi anak didik yang memiliki karakter, kemampuan serta keinginan yang berbeda-beda. Guru harus bisa mengakomodir semua keinginan anak didiknya.
Seorang guru harus memiliki kemampuan mengajar. Kemampuan mengajar selain merupakan bakat juga bisa merupakan keahlian yang dapat dipelajari sehingga pada dasarnya semua orang bisa menjadi guru. Salah satu ilmu yang dipelajari dalam menambah kemampuan mengajar adalah kemampuan menghadapi anak didik yang memiliki karakter, kemampuan serta keinginan yang berbeda-beda. Guru harus bisa mengakomodir semua keinginan anak didiknya.
3. Pengertian Pembelajaran
Reigeluth, Bunderson dan Meril (1977) menyatakan
strategi mengorganisasi isi pelajaran disebut sebagai struktural strategi, yang
mengacu pada cara untuk membuat urutan dan mensintesis fakta, konsep
prosedur dan prinsip yang berkaitan.
Secara umum istilah belajar dimaknai sebagai suatu
kegiatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku. Dengan
pengertian demikian, maka pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan
yang dilakukan oleh guru atau seorang pendidik sedemikian rupa, sehingga
tingkah laku siswa berubah
ke arah yang lebih baik . Adapun yang dimaksud dengan proses pembelajaran adalah
sarana dan cara bagaimana suatu generasi belajar, atau dengan kata lain
bagaimana sarana belajar itu secara efektif digunakan. Hal ini tentu berbeda
dengan proses belajar yang diartikan sebagai cara bagaimana para pembelajar itu
memiliki dan mengakses isi pelajaran itu sendiri .
Dari pengertian tersebut, maka dapat
dipahami bahwa pembelajaran membutuhkan hubungan dialogis yang sungguh-sungguh
antara guru dan peserta didik, dimana penekanannya adalah pada proses
pembelajaran oleh peserta didik(student of learning), dan bukan
pengajaran oleh guru(teacher of teaching) . Konsep seperti ini
membawa konsekuensi kepada fokus pembelajaran yang lebih ditekankan pada
keaktifan peserta didik sehingga proses yang terjadi dapat menjelaskan sejauh
mana tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh siswa.
Dapat disimpulkan:
Pembelajaran
adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga
tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pembelajaran bertujuan
membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu
tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau
norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi
bertambah, baik kuantitas maupun kualitasnya.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan sangat mempengaruhi cara guru itu mengajar.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan sangat mempengaruhi cara guru itu mengajar.
B.Jenis-Jenis Aktivitas Belajar dan Gaya Belajar
1.jenis aktifitas belajar
Nana Sudjana meninjau
aktivitas dari dua segi, yaitu segi bentuk kegiatan belajar dan sesuatu yang
dipelajarinya. Dari suduh kegiatan belajar dapat digolongkan menjadi belajar
secara klasikal, kelompok dan mandiri. Sedangkan dari segi materi pelajarannya
dapat digolongkan menjadi belajar informasi, belajar konsep, belajar prinsip
dan belajar ketrampilan.
Dari
pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa
dapat ditinjau dari tiga sudut pandang; bentuk aktivitasnya, tempat serta
materi yang dipelajarinya. Berikut ini akan diuraikan belajar yang menyangkut
tempat sekaligus bentuk dan sesuatu yang dipelajarinya.
1. Aktivitas
mengikuti pelajaran
Kewajiban yang pertama dari para siswa yang adalah
mengikuti pelajaran. Belajar yang diikuti secara tertib dan penuh perhatian
serta dicatat dengan baik akan memberikan pengetahuan yang banyak kepada setiap
siswa.Dengan demikian, kehadiran siswa merupakan
prasyarat di dalam meningkatkan prestasi belajar, karena dengan mengikuti
pelajaran siswa akan lebih banyak mendapatkan pengetahuan.
2.
Aktivitas mendengarkan pelajaran
Aktivitas mendengarkan tergolong dalam kelompok
“listening activities”, seperti halnya dalam suatu diskusi dan ketika guru
mempergunakan metode ceramah. Mendengarkan merupakan salah satu jenis kegiatan
yang banyak dipergunakan dalam proses belajar mengajar.
Aktivitas mendengarkan, termasuk aktivitas belajar
yang berkaitan erat dengan masalah perhatian, sebagaimana yang dikemukakan oleh
E.P. Hutabarat bahwa mendengarkan itu bukanlah suatu kegiatan yang pasif,
dimana hanya telinga saja yang bekerja, melainkan suatu kegiatan dimana
perhatian dan pikiran juga terlibat dengan aktif. Sedangkan untuk dapat
mendengarkan dengan baik maka perlu adanya persiapan fisik (kebugaran tubuh),
emosi (kemauan yang kuat) dan intelektual (kesiapan bahan pelajaran).
3. Aktivitas
mencatat pelajaran
Kegiatan
belajar mengajar tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan mencatat. Karena
mencatat merupakan kegiatan yang sangat penting dalam belajar. Untuk membuat
catatan yang baik, catatan tersebut harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu
sebagaimana yang dikemukakan Slameto bahwa “dalam membuat catatan sebaiknya
tidak semua yang dikatakan guru itu ditulis, tetapi diambil inti sarinya saja.
Tulisan harus jelas dan teratur agar mudah dibaca atau dipelajari. Perlu
ditulis juga tanggal dan hari mencatatnya, pelajaran apa, gurunya siapa, bab
atau pokok yang dibicarakan dan buku pegangan wajib atau pelengkap.
2. Gaya Belajar
Setiap orang
pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa
dipilih untuk belajar secara efektif. Nah, artikel berikut menjelaskan tujuh
gaya belajar yang mungkin beberapa diantaranya bisa di terapkan pada anak didik
kita :
1. Belajar dengan kata-kata.
Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman
yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis.
Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama,
tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian
menyebutkannya.
2. Belajar dengan pertanyaan.
Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan
bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya,
kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul
jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau
kesimpulan.
3. Belajar dengan gambar.
Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan
membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang
memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar
atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.
4. Belajar dengan musik.
Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah
satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang
suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi
musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan
informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau
notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan
itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat,
siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul.
Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik,
tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu
tertentu.
5. Belajar dengan bergerak.
Gerak
manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan
gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya
mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari,
olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba
belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari
atau berolahraga.
6. Belajar dengan bersosialisasi.
Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara
terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita
bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya.
Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam
dalam ingatan.
7. Belajar dengan Kesendirian.
Ada sebagian
orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi.
Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang
terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar
pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri
C. Prinsip dan Tipe Gaya Belajar
1.
Perhatian dan motivasi
Perhatian mempunyai peranan
yang penting dalam kegiatan belajar. Dari kajian teori belajar pengolahan
informasi terungkap bahwa tanda adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar
(Gage dan Berline,1984 : 335). Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada
siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya.
Tujuan dalam
belajar diperlukan untuk suatu proses yang terarah. Motivasi adalah suatu
kondisi dari pelajar untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu
dan memelihara kesungguhan. Secara alami anak-anak selalu ingin tahu dan melakukan
kegiatan penjajagan dalam lingkungannya. Rasa ingin tahu ini seyogianya
didorong dan bukan dihambat dengan memberikan aturan yang sama untuk semua
anak.
2.
Keaktifan
Belajar
tidak dapat dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak dapat dilimpahkan kepada
orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalaminya
sendiri. John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus
dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang sendiri.
Guru sekedar pembimbing dan pengarah.
Menurut
teori kognitif, belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa
mengolah informasi, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan
transformasi.Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, konstruktif dan mampu
merencanakan sesuatu. Dalam proses balajar mengajar anak mampu
mengidantifikasi, merumuskan masalah, mencari dan menemukan fakta,
menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan.
3.
Keterlibatan
Langsung/Berpengalaman
Menurut
Edgar Dale, dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut
pengalamannya, mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar dari
pengalaman langsung. Belajar secara langsung dalam hal ini tidak sekedar
mengamati secara langsung melainkan harus menghayati, terlibat langsung dalam
perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Keterlibatan siswa di dalam
belajar tidak hanya keterlibatan fisik semata, tetapi juga keterlibatan
emosional, keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian perolehan
pengetahuan, dan internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai,
dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan.
4.
Pengulangan
Menurut
teori psikologi daya, belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia
yang terdiri atas mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan,
berpikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut
akan berkembang.
Berangkat
dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise”, Thorndike mengemukakan
bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons, dan
pengulangan terhadap pengamatan-pengamatan itu memperbesar peluang timbulnya
respons benar.
Teori
tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun
dengan tujuan yang berbeda.Walaupun kita tidak dapat menerima bahwa belajar
adalah pengulangan seperti yang dikemukakan teori tersebut, karena tidak dapat
dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar, namun prinsip pengulangan masih
relevan sebagai dasar pembelajaran.
5.
Tantangan
Teori Medan
(Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam situasi belajar
berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Dalam situasi siswa
menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan
yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan
itu yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut.
Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinyaBahan
belajar yang baru, yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat
siswa tertantang untuk mempelajarinya.
Di dalam pembelajaran, terdapat komponen-komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu :
1. Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum ( curriculum ) berasal dari bahasa Yunani, curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. yaitu suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. Secara terminologis, istilah kurikulum mengandung arti sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan atau ijazah. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus, lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media dan sumber-sumber belajar yang memadai.
2. Guru
Kata Guru
berasal dari bahasa Sansekerta “guru” yang juga berarti guru,
tetapi arti harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam
bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik.
Di dalam
masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang
peranan penting. Guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon
warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai
ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola
kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Siswa
Siswa atau
Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti suatu program
pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah bimbingan
seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebagai
sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana.
Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang
tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan
yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa
terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer
belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan
kemandirian.
4. Metode
Metode
pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses
belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-metode tersebut antara lain
:
a. Metode
Ceramah
Metode
ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan
secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
b. Metode
Tanya Jawab
Metode Tanya
jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan
kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan
guru menjawab pertanyaan murid itu .
c. Metode
Diskusi
Metode
diskusi dapat diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan
peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik
bahasan yang bersifat problematis.
d. Metode
Demonstrasi
Metode
demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,
aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun
melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau
materi yang sedang disajikan.
e. Metode
Eksperimen
Metode
eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama
mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau
akibat dari sesuatu aksi.
5. Materi
Materi juga
merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Adapun karakteristik
dari materi yang bagus menurut Hutchinson dan Waters adalah:
- Adanya teks yang menarik.
- Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta meliputi kemampuan berpikir siswa.
- Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah mereka miliki.
- Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru.
Dalam
kegiatan belajar, materi harus didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk
mencapai tujuan dengan memperhatikan komponen-komponen yang lain, terutama
komponen anak didik yang merupakan sentral. Pemilihan materi harus benar-benar
dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
6. Alat
Pembelajaran (Media)
Kata media
berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara
harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah
perangkat lunak (soft ware) atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi
sebagai alat belajar atau alat bantu belajar.
7. Evaluasi
Istilah
evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Evaluation”. Menurut Wand dan
Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai
dari suatu hal. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa evaluasi adalah
kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang bersangkutan
dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa
yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.
E. Pembelajaran
berbasis TIK
Pembelajaran Berbasis TIK - Teknologi komunikasi dan
informasi (TIK) saat ini memang sudah tak bisa lagi kita pisahkan dari
kehidupan manusia modern. Setiap harinya kehidupan kita selalu dipenuhi dengan
perangkat-perangkat TIK tersebut. Berlatarbelakang hal tersebutlah maka
akhirnya muncul sebuah gagasan dari kalangan yang peduli terhadap kegiatan
pembelajaran yang berlangsung bagi peserta didik di sekolah untuk mencanangkan
sebuah kegiatan pembelajaran berbasis TIK.
Pertama yang akan kita bahas di sini adalah tentang
media pembelajaran berbasis TIK. Media merupakan sebuah perangkat atau alat.
Sedangkan pembelajaran memiliki arti sebagai sebuah kegiatan penyampaian
informasi terkait ilmu pengetahuan dari tenaga pendidik kepada para peserta
didik yang dimilikinya.
pembelajaran
berbasis TIK adalah sebuah alat atau perangkat yang diperlukan dalam proses
kegiatan penyampaian informasi berupa ilmu pengetahuan dari seorang tenaga
pendidik kepada para peserta didik yang menggunakan teknologi komunikasi dan
informasi.
- Model pembelajaran ini lebih menarik karena menggunakan TIK. Hal tersebut memungkinkan bagi para tenaga pendidik maupun para peserta didik untuk lebih kreatif dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.
- Dengan pembelajaran berbasis TIK ini maka kegiatan pembelajaran akan semakin berkembang. Seperti yang anda ketahui bahwa saat ini perangkat teknologi ini terus berkembang, sehingga dengan menyisipkannya dalam kegiatan pembelajaran maka baik peserta didik maupun tenaga pendidiknya akan sama-sama berjuang untuk mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan.
Referensi :
Sardiman.a.m.Interaksi Dan Motivasi Belajar-Mengajar.Jakarta: Raja
Grafindo persada 2008.
Mahdianor,Makalah Hakikat Belajar dan Pembelajaran, :Banjarbaru : FKIP
Universitas
Lambung Mangkurat,2011.
http://banjirembun.blogspot.com/2013/09/macam-macam-aktivitas-belajar.html.
http://www.informasi-pendidikan.com/2014/06/pembelajaran-berbasis-tik.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar